Klasifikasi obesitas menurut who

Kelainan endokrin Hipotiroidisme Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormone tiroid sesuai kebutuhan tubuh. Sindrom Cushing Sindrom Cushing disebabkan karena kadar cortisol berlebih.

Eksternal a. Yang terjadi pada hipotiroidisme adalah kadar TSH meningkat akibat dari fungsi kelenjar tiroid yang menurun. Prevalensi obesitas terus meningkat sebagaimana data WHO tahundiamana diperkirakan lebih dari 42 juta anak diseluruh dunia mengalami kelebihan berat badan.

Gen yang ditemukan diduga dapat mempengaruhi jumlah dan besar sel lemak, distribusi lemak dan besar penggunaan energi untuk metabolisme saat tubuh istirahat.

Klasifikasi dapat dilakukan menurut berbagai lembaga. Pria memiliki lebih banyak otot dibandingkan dengan wanita. Terganggunya kerja hipofisis dapat menyebabkan produksi TSH terganggu dan akibatnya kelenjar tiroid pun akan terganggu.

Sementara menurut WHO, obesitas didefiniskan sebagai akumulasi lemak yang abnormal atau berlebihan yang berpeluang menimbulkan beberapa risiko kesehatan pada individu. Perubahan dalam dimensi-dimensi tubuh merefleksikan keadaan kesehatan dan kesejahteraan seseorang atau penduduk tertentu. Obesitas terjadi apabila leptin tidak tersedia di otak atau rusak.

Mutasi gen terjadi pada kromosom ke 15 yang mengatur nafsu makan. Batasi pemakaian garam dalam makanan. Pusat kenyang berfungsi menghambat pusat makan, begitu pula sebaliknya. Hipotalamus mensekresikan CRH Coticotropin releasing hormone ke hipofisis. IMT adalah cara termudah untuk memperkirakan obesitas serta berkolerasi tinggi dengan massa lemak tubuh, juga penting untuk mengidentifikasi pasien obesitas dengan risiko komplikasi medis.

Nama lain obesitas tipe ini adalah obesitas tipe sentral central obesityabdominal obesity, atau visceral obesity. Internal a. Selain itu, leptin merangsang sekresi insulin. Hindari alkohol, karena kalorinya tinggi tapi nutrisi lainnya sangat kurang.

Mudah digunakan dan relatif tidak mahal. Hipotiroidisme menyebabkan kecepatan metabolisme karbohidrat dan lemak menurun. Batu Empedu Terjadi karena hati menghasilkan kolesterol, yang merupakan lemak, terlalu banyak daripada asam-asam, yang berfungsi sebagai pelarut, dan lecithin, yang berfungsi sebagai pengemulsi antara lemak dan asam-asam empedu tesebut, sehingga beberapa kolesterol tersebut tidak larut dan membentuk partikel kolesterol yang akhirnya menjadi batu empedu.Kelompok berat badan lebih dan obesitas pada orang dewasa berdasarkan indeks massa tubuh menurut WHO (organisasi kesehatan dunia), nilai IMT 30 kg/m^2 dikatakan sebagai obesitas.

Obesitas pada Anak

Sedangkan nilai IMT ,9 kg/m^2, dikatakan sebagai pra obese. Tetapi. Sebaiknya nilai IMT untuk bangsa Indonesia, Thailand, China, dan Ethiopia adalah 1,9, 4,6, 3,2 dan 2,9 kg/m^2 lebih rendah dibandingkan dengan Author: eaterypulsetv.com Klasifikasi Obesitas IMT merupakan indikator yang paling sering digunakan dan praktis untuk mengukur tingkat populasi berat badan lebih dan obesitas pada orang dewasa.

Untuk pengukurannya sendiri digunakan indeks Quetelet, yaitu berat badan dalam kilogram (k g) dibagi tinggi dalam meter kuadrat (m2).

Karena IMT menggunakan ukuran tinggi badan, maka pengukurannya harus dilakukan dengan. OBESITAS A. PENGERTIAN OBESITAS Obesitas (kegemukan) adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga BB seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan.

Orang yang dikatakan obesitas adala ketika ia memiliki Body Mass Index (BMI) lebih dari Definisi obesitas menurut para dokter adalah. · Klasifikasi BMI Menurut WHO () BODY MASS INDEX (BMI) = Indeks Massa Tubuh Istilah “normal”, “overweight” dan “obese” dapat berbeda-beda, masing-masing negara dan budaya mempunyai kriteria sendiri-sendiri, oleh karena itu, WHO menetapkan suatu pengukuran / klasifikasi obesitas yang tidak bergantung pada bias-bias kebudayaan.

Cara menentukan klasifikasi Obesitas berdasarkan IMT (Index Massa Tubuh) perbandingan antara berat badan (kg) dan tinggi badan dalam meter pangkat dua (m2). Menurut Hidayati (), terjadinya obesitas umum berkaitan dengan keseimbangan energi di dalam tubuh. Keseimbangan ini ditentukan oleh asupan energi yang berasal dari zat gizi penghasil energi (karbohidrat, lemak dan protein), serta kebutuhan energi basal, aktifitas fisik dan thermic effect of food (TEF) yaitu energi yang diperlukan untuk.

Klasifikasi obesitas menurut who
Rated 0/5 based on 11 review